Nama : Arin susanti
NIM : 5140211194
Gunung selok sebenarnya merupakan area hutan yang di kelola oleh Perum
Perhutani KPH Banyumas Timur. Seluas 236, 7 Ha yang merupakan
sebuah bukit yang ada di wilayah Desa Karangbenda Kecamatan Adipala
dengan ketinggian 0 sampai dengan 150 meter diatas permukaaan laut
.
Untuk menuju gunung selok dapat dicapai dengan kendaraan penumpang
bus atau angkutan pedesaan atau kendaraan pribadi dari terminal
Adipala .
Gunung selok merupakan wisata yang nyaman mengasyikan dan unik,
karena lokasi ini menyajikan perpaduan keindahan alam berupa hutan
bukit goa-goa alam Benteng peninggalan jepang yang konon ada 25
benteng dan pantai laut selatan .
Wisatawan yang datang berkunjung biasanya mempunyai minat bersiarah
atau ingin bersemedi di petilasan atau makam atau di goa-goa yang
ada . Petilasan yang banyak di kunjungi dan dianggap keramat
adalah Padepokan Jambe Lima dan Padepokan Jambe Pitu.
Padepokan Jambe Lima atau Cemara Seta yang di ketemukan oleh Eyang
Mara Diwangsa yaitu saudara Patih Cakraningrat yaitu ayah kandung
Cakrawerdaya Bupati Cilacap Pertama, padepokan yang terdapat di
puncak bukit sangat baik untuk bersemedi .
Menurut legenda masyarakat setempat konon Padepokan Jambe Lima
dahulu dahulu merupakan markas pendekar-pendekar sakti pengawal
bunga sakti Kembang Wijaya Kusuma yaitu sekuntum bunga lambang
kebesaran raja-raja Jawa dimasa lampau .
Untuk mendapat bunga tersebut harus orang harus mendapat ijin dari ketua pengawal yang bernama Kyai Jambe Lima .
Kyai Jambe Lima mempunyai empat anggota seorang diantaranya sebagai
wakil ketua yaitu Pak Cilik Sukmoyo Renggo sedang yang tiga
anggota lainnya adalah Kyai Kampret Ireng (Tunggul Wulung ), Kyai
Sambung Langu (Anggaswati ) Kyai Wesi Putih (Sang Hyang Jati ).
Alkisah suatu hari pada tahu 1676 kerajaan Mataram jatuh ke
Trunajaya . Kemudian Pangeran Adipati Anom mengangkat diri sebagai
raja menggantikan ayahnya yaitu Sunan Amangkurat I yang meninggal di
Ajibarang dan di makamkan di Tegal Arum .
Adipati Anom bergelar Amangkurat II yang mengutus seorang
kepercayaannya bernama Ki Suropati untuk mencari kembang wijayakusuma
untuk mengukuhkan kedudukanya sebagai raja mataram .
Selain Adipati Anom, Pangeran Puger (adik Adipati Anom) yang
mengangkat dirinya sebagai raja Mataram mengutus tokoh sakti Ki
Tambak Yudo Selain Adipati Anom dan Pangeran Puger juga Trunojoyo
yang sudah merebut tahta kerajaan juga mengutus seorang yang bernama
Gedug Gandamana untuk mendapatkan kembang Wijayakusuma
Ketiga utusan tersebut datang dan di tolak oleh Kyai Jambe Lima
dengan alasan belum waktunya, ketiga utusan tidak mau menerima
keterangan Kyai Jambe Lima terjadi pertempuran yang menewaskan kelima
pengawal bunga tersebut termasuk tiga utusan tersebut juga tewas,
sebagai penghormatan dan peringatan maka oleh penduduk sekitar
Gunung Selok dibangunlah Padepokan Jambe Lima, dan Jambe Pitu.
Padepokan Jambe Pitu (pertapan Ampel Gading ) yang di renovasi oleh
Presiden Soeharto dan banyak di kunjungi peziarah karena dianggap
sangat keramat karena ada 3 petilasan Sang Hyang Wisnu Murti dan
dua pusakanya yaitu Kembang Wijayakusuma atau Eyang Lengkung
Kusuma dan Cakra Baskara atau Eyang Lengkung Cuwiri.
Selain Padepokan Jambe Lima dan Jambe Pitu juga masih banyak tempat
yang ramai dikunjungi peziarah pada hari hari tertentu seperti
hari Jumat Kliwon dan hari Selasa Kliwon dan di bulan Syura yaitu
Goa Rahayu, Goa Naga Raja, Goa Bolong, Goa Paku Waja , Goa Putih,
Goa Grujugan, Goa Tikus, Goa Lawa, dan Kaendran serta makam Kyai
Sumolangu yang ada diatas benteng peninggalan jepang .
Beberapa Gua dijelaskan sebagai berikut:
GOA RAHAYU DAN GOA RATU
Goa yang terletak di kaki Gunung Selok sebelah Selatan menghadap
pantai Samudra Indonesia. Untuk menuju goa ini dapat ditempuh dengan
kendaraan pribadi atau carteran dari arah terminal Adipala ke
Timur menuju Gunung Selok kemudian ke selatan menelusuri jalan
desa yang beraspal sampai pantai selok ke arah barat, kemudian
dilanjutkan dengan jalan kaki atau naik perahu menuju goa tersebut
atau dari gunung selok menelusuri jalan trap setapak menurun ke
bawah menuju goa tersebut.
Kedua goa ini setiap hari dikunjungi wisatawan untuk berziarah
dengan tujuan yang beraneka ragam ada yang menginginkan pangkat,
kemuliaan, kesehatan, ingin punya jodoh, usahanya lancar dan
sebagainya. Goa yang pintu masuknya telah dibuat tertutup dengan
bangunan semen didalamnya ruangan yang petilasan cukup luas dengan
ukuran 80 m2 terdapat riual. Di Goa Rahayu ada 2 tempat ritual yaitu
Dewi Kencanawati dan Dewi Suci Rahayu.
Menurut legenda Goa Rahayu adalah Raden Danang Sutawijaya atau
Panembahan Senopati pendiri Keraton Mataram saat akan membabat alas
Mentaok untuk bisa masuk dan membabat alas mentaok sebagai syarat
harus membawa tanah yang ada di dalam goa yang dekat dengan batu,
dengan tanah srana tersebut Danang Sutawijaya dapat masuk dan
membabat alas Mentaok dengan selamat ( Rahayu ) sehingga goa
tersebut disebut Goa Rahayu.
Sedangkan goa Ratu yang letaknya berhimpitan dengan Goa Rahayu di
dalamnya terdapat ritual Eyang Banda Yuda dan Dewi Sekar Jagat. Goa
ini konon ceritanya adalah bekas petilasan Eyang Jaring Bandayuda
salah satu pendiri Kabupaten Banyumas. Dalam persemediannya ia
bertemu dengan putrid cantik Nyi Sekar Jagat dan disarankan kalau
mau membuat Kabupaten jangan melangkahi sungai Serayu atau tepatnya di
dekat pegunungan Pageralang dan kesemuannya dilaksanakan oleh
Eyang Jaring Bandayuda maka berdirilah Kabupaten Banyumas dekat
Pegunungan Pageralang.
GOA NAGARAJA
Goa Nagaraja terletak masih di kaki gunung Selok di sebelah Barat
goa Rahayu dan Goa Ratu ± 1 km ke arah barat dengan menelusuri alur
sungai. Goa Nagaraja ini bersebelahan dengan Goa Lawa (karena
banyak kelelawarnya).
GOA PAKUWAJA
Goa ini terletak di kaki Gunung Selok bagian Timur tenggara, tempat
ini banyak dikunjungi orang yang berziarah dan ada tempat untuk
sholat dan di dekatnya ada air untuk berwudlu. Menurut legenda
Pakuwaja adalah petilasan Pangeran Pakuwaja yaitu putra Mahkota
Kerajaan Majapahit terakhir, pada masa runtuhnya Majapahit beliau
berkehendak perang demi mempertahankan kerajaannya .
Disamping goa – goa tersebut masih ada goa – goa yang lain
dikunjungi para peziarah yang letaknya disebelah barat kaki Gunung
Selok yaitu Goa Sri Bolong, Goa Putih, Goa Grujugan, Untuk menuju Goa
tersebut dari depan Balai Desa Karangbenda ada jalan menuju
selatan terus menelusuri jalan perhutani sampai ke Kaindran
kemudian menuju Goa Sri Bolong, Goa Putih, Goa Grujugan disebut
Goa Grujugan karena di mulut goa terdapat air yang terus menerus
mengalir dari atas kebawah.
BENTENG PENINGGALAN JEPANG
Disamping goa – goa tersebut di Gunug Selok juga terdapat Benteng
peninggalan Jepang yang konon sebagai tempat pertahanan Jepang dan
tempat pengintaian musuh yang datang dari laut. Konon ceritanya ada
24 Benteng peninggalan bala tentara Jepang namun yang masih utuh
tinggal satu yang sudah direnovasi dan di atas benteng peninggalan
Jepang kea rah barat daya terdapat makam Kyai Sumolangu yang banyak
dikunjungi para peziarah dari daerah Kebumen. Makam Kyai
Sumolangu sementara ini masih ditutupi gubug dan disekelilingnya
baru dibangun pondasi keliling. Konon Kyai Sumolangu berasal dari
daerah Kebumen dan meninggal di Selok.
_Arin Susanti
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar